Ada Mammoth di Islandia yang Dapat Mengurangi Tingkat CO2 Sebesar .0001%

Nusantaratv.com - 30/06/2022 18:10

Ilustrasi CO2 / theplanetapp.com
Ilustrasi CO2 / theplanetapp.com

Penulis: Harry Prasetyo

Nusantaratv.com - Fasilitas penangkap karbon udara di dunia dapat mengurangi karbon dioksida sekitar .0001%. Kedengarannya seperti angka yang suram tapi ini memulai era baru fasilitas global yang fokus menangkap karbon.

Pembangunan fasilitas ini telah dimulai di Islandia dan dijalankan oleh startup Swiss bernama Climeworks AG. Nama fasilitas penangkap karbon ini adalah "Mammoth," karena mampu menangkap 36.000 ton karbon dioksida dari udara setiap tahun atau sekitar .0001% dari 36 miliar ton CO2 yang dihasilkan oleh umat manusia setiap tahun.

Mammoth adalah konsep yang menyatakan bahwa karbon dapat dihisap dari udara melalui proses kimia dan mekanisme industri. Misalnya, pabrik yang akan datang di Islandia akan menggunakan tenaga panas bumi untuk menyedot karbon dari udara. Nantinya, karbon ini akan bercampur dengan air dan kemudian "disuntikkan" ke dalam tanah, di mana ia akan bereaksi dengan basal untuk membentuk batuan karbonat padat.

Beberapa kritikus mewaspadai penangkapan karbon, dengan mengatakan bahwa itu bukan perbaikan yang kita pikirkan, dan bahwa perubahan yang lebih radikal seperti meninggalkan bahan bakar fosil untuk selamanya diperlukan untuk menghentikan krisis iklim. Selain itu, teknologi saat ini hadir dengan label harga yang lumayan, tidak menjadikannya cara yang layak untuk menghilangkan karbon.

Tentu saja, waktu untuk bertindak adalah sekarang. Penundaan apa pun membawa umat manusia lebih dekat ke kehancuran akibat perubahan iklim. Jika umat manusia memasang satu juta tanaman berukuran sama, kita mungkin menjadi planet netral karbon. Sekitar setengah triliun ton karbon perlu dihilangkan dari atmosfer agar Bumi mencapai tingkat karbon era pra-industri.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in