14 Agustus Menjadi Hari Pramuka, Siapa Bapak Pramuka Indonesia?

Nusantaratv.com - 13/08/2022 20:18

Pramuka, Praja Muda Karana
Pramuka, Praja Muda Karana

Penulis: Armansyah | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com - Setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Tidak hanya di Indonesia, hari Pramuka juga diperingati di berbagai negara dan memiliki sejarah panjang, mereka menyebutnya sebagai Hari Kepanduan.

Pramuka (Praja Muda Karana) merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

Sebutan internasional untuk gerakan Kepanduan atau gerakan Pramuka adalah Scouting atau Scout Movement. Pencetus gerakan ini adalah Robert Baden-Powell, seorang anggota Angkatan Darat Inggris.

Hari Pramuka Internasional diperingati setiap tanggal 22 Februari, dimana tanggal ini merupakan hari kelahiran Robert Baden-Powell.

Di Indonesia sendiri gerakan pramuka ini dimulai pada tanggal 14 Agustus 1961, sesaat setelah Presiden Soekarno menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961.

Sebelum menetapkan keputusan ini, Presiden berkonsultasi terlebih dahulu dengan Sri Sultan Hamengkubuwono ke-9. Seperti diketahui Sri Sultan HB IX sudah sejak usia muda ini dikenal aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan. Bahkan menjelang 1960-an, HB IX telah diganjar sebagai Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan).

Saat pertemuan Presiden Soekarno dengan HB IX membahas masalah penyatuan organisasi kepanduan, pendirian gerakan pramuka, dan pengembangannya.

Hasil dari pertemuan itu, pada 9 Maret 1961, dibentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno. Panitia ini beranggotakan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, dan Achmadi. Keempat orang inilah yang mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan terbitnya Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961.

Jadi siapa pendiri Pramuka Indonesia jawabannya adalah panitia kecil tersebut. Berbagai gerakan kepanduan yang ada di Indonesia akhirnya melebur menjadi satu dalam organisasi pramuka yang resmi berdiri pada 14 Agustus 1961. Pramuka diambil dari kata Poromuko, yang berarti prajurit yang terdepan dalam suatu peperangan. Pramuka sendiri melekat pada singkatan “Praja Muda Karana” yang berarti jiwa muda yang suka berkarya.

Sri Sultan Hamengku Buwono dinobatkan sebagai Kepala Kwarnas yang pertama dan menjabat empat periode berturut-turut yakni pada masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974.

Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1988 di Dili (ibu kota Provinsi Timor Timur; saat ini negara Timor Leste) yang kemudian mengukuhkan gelar Bapak Pramuka Indonesia kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Bahkan beliau pun menerima Bronze Wolf Award, sebuah penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM).

Sri Sultan Hamengku Buwono IX meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. Atas dedikasinya terhadap Gerakan Kepanduan dan Kepramukaan maka 12 April hari kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX diperingati menjadi Hari Bapak Pramuka Indonesia

Sumber: solopos.com

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
makam-1665067045