Belajar Arti Harmoni Kehidupan dari Suku Baduy

Kalau mau mengenal Baduy secara utuh memang harus ke Baduy Dalam. Karena di sanalah dapur dari semua ajaran, kearifan lokal dan dari sana tersebar ke Baduy Luar

Dialog Nusantara Petang yang disiarkan NusantaraTV edisi Selasa 2 Februari 2021 membahas topik keanekaragaman suku dan seni serta budaya Indonesia salah satunya adalah Suku Baduy. Host Tasya Felder mencoba mengulik keunikan seni, budaya dan kearifan lokal Suku Bady bersama tiga narasumber yakni Budayawan, Uten Sutendy, Pemimpin Redaksi Prabu21 
Rida Noor dan Presiden Komisaris Penerbit Prabu21, Sutio Avianda Sada.

Sebagai negara yang kaya akan seni dan budaya Indonesia dihuni berbagai macam suku yang menetap di segala pelosok nusantara. Kearifan lokal serta adat istiadatnya menjaga kelestarian alam Indonesia hingga mampu terjaga dengan baik dan bersinergi dengan alam.

Nama Baduy salah satu  diantara banyaknya suku yang ada di Indonesia.

Apa yang membuat anda tertarik untuk menerbitkan novel Kang Uten?

Pemimpin Redaksi Prabu21 Rida Noor menuturkan pertama kali dirinya mendapat naskah novel tersebut waktu itu judulnya masih 'Baduy'. Saat itu yang ada di pikiran saya sebuah daerah terpencil yang penuh dengan kearifan lokal. Mereka itu bisa dibilang adalah orang-orang yang jauh dari modernisasi.

Setelah saya membaca naskah novelnya saya baru tahu di mana kelebihan dari Baduy. Bagaimana mereka menjaga kelestarian alam bagaimana tatanan pemerintahnya yang orang modern sekarang bilang jauh dari modernisasi namun mereka bisa menata masyarakatnya justru jauh lebih baik dari kita orang-orang modern. Di situlah saya tersentuh.

Saya yakin buku ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita orang modern untuk bisa menjaga kelestarian alam menjaga harmonisasi antar manusia menjaga budaya agar bisa tetap lestari. Di mana dengan tetap seperti itu kita bisa bersinergi dengan sesama. 

Buku ini adalah buku yang sangat hebat yang dikemas sangat cantik Bahkan istilahnya orang yang malas baca bisa tersentuh dengan kata-katanya dengan ceritanya apalagi dibumbui dengan cerita romantis anak muda khas jaman sekarang. 

Jadi kita sebagai kaum muda bacanya itu tidak bisa berhenti. Saya ingin pembaca-pembaca lain pun seperti itu. Dari membaca buku Baduy ini mereka bisa apa yang ingin Uten Sutendi ini ingin perlihatkan kepada masyarakat terutama kepada kaum muda. 

Ada Baduy Luar dan ada Baduy Dalam, Baduy Dalam kan susah ditembusnya apakah Kang Uten berhasil menembus ke Baduy Dalam?

Kalau mau mengenal Baduy secara utuh memang harus ke Baduy Dalam. Karena di sanalah dapur dari semua ajaran, kearifan lokal dan dari sana tersebar ke Baduy Luar. Di Baduy Dalam yang disebut  kepala suku atau kiai-nya atau ulamanya itu hanya ada di Baduy Dalam. 

Sebetulnya sih biasa saja karena mitos-mitos yang dikembangkan di masyarakat luar bahwa seolah-olah Baduy Dalam itu sebuah komunitas asing dan tidak mudah disentuh, Padahal sesungguhnya biasa saja sepanjang kita bisa memahami nilai-nilai atau kultur yang mereka anut yaitu soal larangan-larangan, aturan di dalam masyarakat sana seperti tidak memotret lingkungan Baduy Dalam, tidak merusak pohon, tidak bicara sembarangan bersikap santun dan seterusnya. Sepanjang kita bisa lakukan maka sebetulnya siapapun bisa masuk ke Baduy Dalam. Hanya saja memang ada catatan kecuali orang asing. Jika dia bukan warga negara Indonesia memang terlarang masuk ke Baduy Dalam. 

Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV 

Login dengan
LIVE TV & NETWORK