Presiden Duterte Beri Pernyataan Mengejutkan Soal Para Napi Filipina yang Bebas

Duterte mengatakan pada konferensi pers, 1.700 tahanan yang mana beberapa dari mereka dipenjara karena pemerkosaan dan pembunuhan, memiliki 15 hari untuk menyerah atau mereka akan dianggap buron.
Presiden Duterte Beri Pernyataan Mengejutkan Soal Para Napi Filipina yang Bebas
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (dkn.tv)

Manila, Nusantaratv.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan pada hari Rabu (4/9/19) bahwa sekitar 1.700 narapidana Filipina yang dibebaskan lebih awal harus dikirim kembali ke penjara setelah pertanyaan tentang legalitas pembebasan mereka diajukan.

Duterte mengatakan pada konferensi pers, 1.700 tahanan yang mana beberapa dari mereka dipenjara karena pemerkosaan dan pembunuhan, memiliki 15 hari untuk menyerah atau mereka akan dianggap buron.

"Jika saya jadi Anda, saya akan menyerah kepada detasemen polisi atau militer terdekat di mana pun Anda berada sekarang," kata Duterte, seraya menambahkan ia akan menawarkan hadiah bagi narapidana yang gagal melakukannya.

"Saya akan menempatkan 1 juta peso ($ 19.065) per kepala, hidup atau mati," katanya.

Baca Juga : Turki Akan Pulangkan 1 Juta Pengungsi di Suriah Utara

Melansir Reuters, Duterte menuntut pengunduran diri kepala penjara di Filipina lantaran menuduhnya tidak mematuhi perintah untuk tidak membebaskan narapidana yang dihukum karena kejahatan keji.

Undang-undang tahun 2014 memungkinkan tahanan dibebaskan lebih awal karena perilaku yang baik. Itu sedang diteliti oleh anggota parlemen setelah kemarahan publik dipicu oleh laporan bahwa seorang mantan walikota yang dihukum karena memperkosa dan membunuh dua mahasiswa pada tahun 1993 bisa berjalan bebas sebelum masa hukumannya berakhir.

Hampir 2.000 tahanan yang dihukum seumur hidup telah dibebaskan berdasarkan undang-undang 2014, Senator Franklin Drilon mengatakan pada hari Minggu (1/9/19), tetapi perintah pembebasan mereka tidak valid karena mereka tidak disetujui oleh Sekretaris Departemen Kehakiman.

Sumber : Reuters
Terjemahan : (NTV /Cal)