65 Orang Pengungsi Rohingya Terdampar di Thailand

Kepolisian Thailand mengatakan pada Kamis (13/6/19) ada cukup bukti untuk menekan tuduhan perdagangan manusia terhadap kapten dan awak kapal yang membawa 65 Muslim Rohingya terdampar di sebuah pulau selatan di Thailand.
65 Orang Pengungsi Rohingya Terdampar di Thailand
Para pengungsi Rohingya

Bangkok, Nusantaratv.com - 65 pengungsi Rohingya yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak ditemukan terdampar pada Selasa (11/6/19) di pulau Rawi, di lepas selatan provinsi Satun di Thailand. Di mana kapal mereka telah terdampar karena masalah mesin saat dalam perjalanan menuju Malaysia. 

Akan tetapi, pihak Kepolisian Thailand mengatakan pada Kamis (13/6/19) ada cukup bukti untuk menekan tuduhan perdagangan manusia terhadap kapten dan awak kapal yang membawa 65 Muslim Rohingya terdampar di sebuah pulau selatan di Thailand. 

 Banyak Muslim Rohingya telah naik kapal dalam beberapa bulan terakhir untuk mencoba mencapai Malaysia, bagian dari apa yang dikhawatirkan pihak berwenang bisa menjadi gelombang baru penyelundupan manusia melalui laut setelah penumpasan perdagangan manusia pada 2015.

Polisi telah menduga bahwa kru membantu para migran untuk memasuki Thailand secara ilegal. 

"Kami telah selesai berbicara dengan beberapa Rohingya dan kami sekarang memiliki bukti untuk menekan tuduhan perdagangan manusia terhadap kapten Thailand dan lima awak Myanmar," ujar Mayor Jenderal Polisi Supawat Thapkliew, kepala polisi di Satun, melansir Reuters. 

"Kami belum selesai mempertanyakan semua Rohingya untuk menentukan apakah mereka ditipu atau mereka datang dengan sukarela," tambahnya. 

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha pada hari Kamis memerintahkan badan-badan terkait untuk merawat orang- orang Rohingya itu- 29 pria, 31 wanita dan lima anak-anak - sementara pihak berwenang menyelesaikan penyelidikan mereka.

 "Perdana menteri ingin menekankan bahwa masalah migrasi Rohingya penting bagi pemerintah dan Thailand telah bekerja dengan negara-negara lain dalam masalah ini secara terus-menerus," kata Letnan Jenderal Werachon Sukondhapatipak, juru bicara pemerintah. 

 Myanmar menganggap Rohingya sebagai migran ilegal dari anak benua India dan telah mengurung puluhan ribu orang di kamp-kamp yang luas di negara bagian Rakhine yang dipisahkan dari populasi Buddha Rakhine sejak kekerasan melanda daerah itu pada 2012.

 Kerusuhan itu mendorong puluhan ribu orang Rohingya melarikan diri dari Myanmar melalui laut, suatu eksodus yang memuncak pada 2015 ketika sekitar 25.000 orang menyeberangi Laut Andaman ke Thailand, Malaysia, dan Indonesia, banyak yang tenggelam dalam perahu yang tidak aman dan kelebihan muatan. Lebih dari 700.000 Rohingya melarikan diri ke Bangladesh pada tahun 2017 setelah penumpasan oleh tentara Myanmar, menurut agen-agen AS.

 

Sumber :Reuters

Terjemahan : (NTV/Cal)