Asal Tak Pakai Atribut FPI, Polri Izinkan Ormas Bantu Korban Banjir

Sebab FPI dilarang dan telah dibubarkan

Polri. (Detik)

Jakarta, Nusantaratv.com - Polri menegaskan tak pernah mempermasalahkan pihak maupun ormas yang memberikan bantuan terhadap masyarakat yang terdampak bencana, termasuk banjir. Asalkan tidak memakai atribut Front Pembela Islam (FPI).

Meski begitu, bala bantuan tersebut diberikan tak boleh dibalut dengan atribut-atribut berbau organisasi FPI.

"Tentunya kami melihat bahwa FPI (Front Pembela Islam) sebuah organisasi terlarang. Jadi bukan kegiatannya (yang dilarang)," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/2/2021).

Dia menegaskan bahwa kepolisian tak pernah meributkan apabila terdapat ormas yang membantu korban bencana.

Hanya saja, kata dia, pihak-pihak yang membantu itu tak boleh menggunakan atribut dari organisasi yang telah dilarang oleh pemerintah.

"Jadi bukan dia melakukan kegiatan tadi. Misalnya dia bantu banjir. Tapi dia enggak boleh membawa-membawa atribut atau organisasi tersebut," ucapnya.

Hal tersebut termaktub dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani enam Kementerian dan Lembaga.

SKB bernomor 220-4780 tahun 2020, Nomor M.HH-14.HH.05.05 tahun 2020, Nomor 690 Tahun 2020, Nomor 264 Tahun 2020, Nomor KB/3/XII/2020, Nomor 320 Tahun 2020 Tentang larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan Front Pembela Islam (FPI) itu ditetapkan dan mulai berlaku per Rabu (30/12/2020).

Salah satu poin dari SKB itu adalah menyatakan bahwa FPI adalah organisasi yang tidak terdaftar sebagai Ormas sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga secara de jure telah bubar sebagai ormas.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK