Anies 3 Tahun Tak Fokus Banjir, Pansus Banjir: Terbelenggu Janji Politik

Menangani Banjir Jangan Politis dan Jangan Baper.

Anies Baswedan diminta tangani banjir dengan data. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai terbelenggu oleh janji politik semasa kampanye. Ia tak mau melakukan normalisasi Ciliwung karena harus merelokasi warga di bantaran sungai. Padahal, normalisasi sungai merupakan solusi utama mengatasi banjir di Jakarta.

"Kalau mau bicara gamblang dan melihat alokasi anggaran, Pak Gubernur itu sudah tiga tahun tidak fokus terhadap isu banjir di Jakarta. Kenapa? karena terbelenggu dengan janji politik," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), sekaligus Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Zita Anjani, Minggu (21/2/2020).

Ke depan, kata dia, perlu ada semacam pakta integritas dengan warga DKI bahwa siapapun gubernurnya, menangani banjir itu jangan politis, dan jangan baper (bawa perasaan), tapi harus menggunakan data dan fakta.

"Siapapun gubernurnya nggak bisa dia ganti-ganti program penanganan banjir, karena harus long term. Mengatasi banjir itu harus saintifik, nggak bisa politik," tegas alumnus University College London, Inggris itu.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru akan menjalankan program banjir seperti normalisasi (pelebaran) sungai Ciliwung pada 2021, sebab anggarannya baru disetujui.

Juga ada dana pinjaman PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sebesar Rp1 triliun. Selain menormalisasi Ciliwung, kata Zita, Pemprov DKI juga harus memperbaki kondisi drainase, membuat waduk dan embung sebagai bagian dari infrastruktur banjir.

Melakukan pengerukan lumpur di danau seperti yang telah dilakukan patut diapresiasi karena membuat banjir cepat surut. Tapi hal itu tetap tidak akan memadai bila dibandingkan dengan rata-rata debit banjir yang muncul.

Mau dikeruk sebanyak apapun lumpurnya, kalau kapasitas sungai tak ditambah ya Jakarta akan tetap banjir," imbuh Zita.

"Kapasitas kali atau sungai eksisting kita hanya 950 m3/detik, sedangkan rata-rata banjir tahunan debit airnya mencapai 2.100-2.650 m3/detik. Bahkan awal 2020 mencapai 3.389 m3/detik," tambah Zita, dikutip dari Detik.com.

Putri dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu juga menyoroti program sumur resapan yang kerap disampaikan Anies Baswedan. Dari 1,8 juta yang ditargetkan, ternyata yang baru dibangun hanya 1.772 titik.

Untuk menggenjotnya tanpa membebani APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), Zita menyarankan agar Pemprov DKI meminta para pengembang melakukannya berdasarkan aturan yang ada.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK