WHO Sebut Wabah Ebola di Kongo Kian Merebak

WHO Sebut Wabah Ebola di Kongo  Kian Merebak
Republik Demokratik Kongo

Kongo, Nusantaratv.com -Wabah Ebola yang telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang di Republik Demokratik Kongo kini telah menyebar ke luar negeri, hal tersebut seperti dijelaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (11/6/19).

 Seorang bocah lelaki Kongo berusia 5 tahun didiagnosis mengidap virus itu di Uganda, kata Kementerian Kesehatan dan WHO. 

"Anak itu dan keluarganya memasuki negara itu melalui pos Bwera Border dan mencari perawatan medis di rumah sakit Kagando di mana petugas kesehatan mengidentifikasi Ebola sebagai kemungkinan penyebab penyakit," kata WHO dalam sebuah pernyataan. 

Mungkin perlu 2 tahun lagi untuk mengatasi wabah Ebola Kongo, kata pejabat WHO Anak itu menerima perawatan suportif di unit perawatan Ebola di Bwera. Wabah ini merupakan wabah Ebola kedua terbesar dan paling mematikan kedua dalam sejarah. 

Lebih dari 1.300 orang telah meninggal sejak dimulai pada bulan Agustus. 

Karena jumlah kasus meningkat, demikian juga kekhawatiran bahwa penyakit menular akan melintasi perbatasan. Peningkatan jumlah kasus dalam beberapa minggu terakhir bahkan lebih memprihatinkan. 

"Meskipun ada banyak peringatan sebelumnya, ini adalah kasus pertama yang dikonfirmasi di Uganda selama wabah Ebola yang sedang berlangsung di Republik Demokratik Kongo," kata WHO.

 Untuk mengantisipasi bahwa kasus Ebola akan diidentifikasi di Uganda, persiapan telah dilakukan. Petugas kesehatan telah dilatih untuk mengenali penyakit ini, dan hampir 4.700 petugas layanan kesehatan di 165 fasilitas kesehatan telah divaksinasi terhadap penyakit tersebut dengan inokulasi eksperimental yang telah efektif dalam mencegah penularan yang meluas di Kongo. 

" Uganda dan WHO telah mengirimkan Tim Respon Cepat ke Kasese untuk memulai pelacakan kontak dan manajemen kasus yang mungkin terjadi," kata badan internasional itu. 

Wabah paling mematikan terjadi pada 2014 di Afrika Barat, ketika lebih dari 11.000 orang meninggal karena Ebola. Ini adalah wabah ke-10 di Kongo sejak 1976.

 

Sumber : Reuters

Terjemahan :(NTV/Cal)