9 Desa di Pebayuran Bekasi Terdampak Tanggul Citarum yang Jebol

Desa terdampak akibat jebolnya tanggul Citarum semakin bertambah

Tanggul jebol Citarum. (Net)

Bekasi, Nusantaratv.com - Dampak dari jebolnya tanggul Citarum di Kabupaten Bekasi, kian meluas. Saat ini, terdapat sembilan desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi yang terdampak akibat tanggul jebol. 

"Hari kemarin pertama ada 4 desa yang terendam, perkembangannya ada 9 desa meluas. Jadi airnya cukup meningkat," kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, saat meninjau pengungsian para warga korban jebolnya tanggul Citarum  di Saung Desa, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2/2022).

Sembilan desa di Kecamatan Pebayuran itu yakni Desa Sumber Urip, Desa Karangharja, Desa Sumbereja, Desa Karang Patri, Desa Bantar Sari, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari, dan Desa Bantar Jaya.

Eka mengatakan, tanggul jebol pada sekitar Pukul 23.30 WIB, Sabtu (20/2/2021). Panjang tanggul jebol mencapai 100 meter.

"Ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, terjadi tanggul yang jebol ada 100 meter, tanggul yang jebol," jelasnya.

Lebih lanjut, Eka menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah lebih dari 8.000 warga yang berhasil dievakuasi. Saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Pemkab Bekasi.

"Sudah evakuasi 8.000 lebih. Kurang lebih sisa 1.500 lebih yang hari ini kita upayakan evakuasi," lanjutnya.

Eka mengakui, sebagian warga masih ada yang memilih bertahan di rumahnya, mayoritas adalah laki-laki. Namun, ia memastikan perempuan dan anak-anak telah dievakuasi.

"Pertama kita tetap mengevakuasi, dari sebagian mereka yang masih tinggal di rumahnya para laki-lakinya, sedangkan anak dan istri udah dievakuasi ke tempat lebih aman. Rata-rata nggak mau dievakuasi karena mempertahankan harta bendanya," jelasnya.

Eka mengaku pihaknya telah mengantisipasi jebolnya tanggul itu menggunakan turap. Namun, debit air Sungai Ciliwung yang tinggi mengakibatkan tanggul tersebut jebol.

"Sebenarnya kita sudah antisipasi sebelum tanggul jebol menggunakan pasir dan karung. Karena debit yang besar sehingga melewati batas tanggul itu, kita upayakan buat tanggul permanen," ujarnya.

Saat ini, ketinggian air bervariasi di wilayah tertentu sekitar 1-2 meter. Eka menjelaskan bahwa tidak ada upaya penyedotan, hanya menunggu air surut.

"Tidak ada upaya penyedotan. Kita menunggu air Citarum surut, karena memang meluapnya Sungai Citarum," tandas Eka.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK